Growing up, I was always told that "Good things come to those who wait."For a long time, I believe it. But now that I am older, I believe that sometimes it's better to go after what you wan instead of just waiting for it.
I think the saying "Good things come to those who wait" teaches us an important lesson in patience.
Sometimes, good things do just happen to come along if we are patient. Maybe we just happen to meet the right person or happen to be in the right place at the right time. But I believe that we have the power to make good things come our way. We make choices and set up circumstances to make it more likely for certain things to happen to us. Good things maybe come to those who wait, but I believe better things do come to those who go out and get them.
*Kebumen, 26 September 2016
Windi Mulyani
Senin, 26 September 2016
Banting Setir
Pernahkah dalam hidup, kamu merasa terlalu lelah berada dalam perjalanan kehidupanmu dan ingin segera sampai tujuanmu ? Pasti pernah.
Engkau merasa, kau telah jauh melangkah untuk menjemput
impianmu, kau tlah lalui jalan berliku penuh batu, kau tlah hadapi jalanan
gelap tanpa penerangan, kau tlah lalui jalanan sepi sendiri, hanya engkau
disana. Kau merasa kau tlah pergi jauh untuk berjuang, namun mengapa tak
kunjung sampai? Kau pasti heran, bukan ? setelah banyaknya rintangan yang kau
lalui, mengapa buah tak kunjung Tuhan berikan ? manakah janji Tuhan ? manakah
keadilan Tuhan ? manakah pembuktian dari pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang
ke tepian” ? manakah pembuktian ayat Tuhan yang menyebutkan “setelah kesulitan
ada kemudahan” ?
Ssstt.. disaat-saat
sepeti itu, tepislah segala pertanyaan macam itu! Tetap percayakan dan serahkan
segalanya pada Tuhan. Percayalah, Tuhan Maha Adil. Dan tetap ingatlah
“everything comes to you at the right time, be patient and trust in the
process.”
Jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan
Tuhan. Kita hanya perlu berintropeksi.
Bisa jadi, semua itu terjadi karena kita
terlalu egois memilih jalanan yang kita lalui, (sudah disarankan lewat jalan
sana, malah lewat jalan yang itu).
Bisa jadi, kita terlalu abai dengan
nasihat-nasihat orang lain.
Bisa jadi, kita hanya fokus pada jalan yang kita
pilih dan mengabaikan jalan lain yang berkemungkinan besar lebih tepat dari
jalan kita pilih.
Bisa jadi, jalan yang kita pilih tidak diridhoi.
Atau bisa
jadi, Tuhan sedang mengajarkan kita arti perjuangan yang sesungguhnya dengan
membiarkanmu melewati jalan yang salah untuk kemudian menunjukan dan
mengantarmu pada jalan yang benar, yang diridhoi Tuhan dan orang-orang
terkasih-Nya.
Maka, cobalah lunakan sejenak kepalamu. Redamkan sejenak
egomu. Atur bara api semangatmu. Pekalah terhadap segala kode alam dari-Nya.
Banting setir! Ubah cara pandang. Pertimbangkan
nasihat-nasihat dari orang lain. Karena terkadang dalam hidup, ada beberapa hal yang tidak dapat dipaksakan, tidak perduli seberapa keras kita memperjuangkan.
Bismillah. Semoga Tuhan senantiasa membimbing dan meridhoi perjalanan
langkahmu menjemput impian-impianmu
*Ditulis oleh Windi Mulyani
Di Kebumen, malam Selasa, 26 September 2016
Senin, 05 September 2016
I trust You
Sungguh, aku teramat memerlukan waktu untuk menyendiri. Bukan menjauh dari keramaian apalagi mengasingkan diri, namun lebih kepada merenungi untuk menyadari apa-apa yang perlu diabaikan dan apa-apa yang perlu diperjuangkan. Aku memiliki segala yang ada pada diriku dan Allah yang menguasai atas diriku. I am young, wild, and free. I am free to be anything I wanna be. Yeah. Aku berhak sepenuhnya menentukan jalan yang akan ku tempuh, aku berhak namun Allah lebih berhak. Kalian berhak mengaturku, mengkritikku, atau melakukan apapun pada diriku, namun aku lebih berhak untuk mengabaikan apa yang kalian hendak lakukan ataupun sudah kalian lakukan padaku, karena pada akhirnya yang paling berhak menentukan jalanku hanya diriku dan Allah-ku, bukan kalian.
Aku punya pemikiran, aku berhak
berjalan beriringan dengan pemikiranku, bukan pemikiran kalian.
Aku punya impian, aku berhak
meraih impianku bukan impian kalian.
Aku punya sang penentu masa depanku,
aku harus percaya padaNya, bukan percaya kalian.
Aku punya standar tersendiri,
bukan standar yang kalian ciptakan.
Aku punya jalan tersendiri, aku
tidak harus melalui jalan yang tlah kalian lalui.
Why I am like that ? Surely
because I am young, wild and free to be anything I wanna be. Kalian boleh
mengatakan aku keras kepala atau sulit diatur, boleh saja, itu hak. Namun
kembali, akupun berhak mengabaikan. Bukan aku menutup pemikiranku. Bukan. Namun
tidak setiap pemikiran orang lain bisa diterima oleh diri ini.
Everyone has a way to achieve
their dreams and maybe it’s different with other people choose because one head
has one mind.
Aku punya sebaik-baiknya pengaruh
pemikiranku. I trust You, Allah.
Jumat, 12 Agustus 2016
GLOBAL CITIZENSHIP, LOCALLY ROOTED GLOBALLY RESPECTED
In this
world, there are a lot of countries. As an information from United Nations
(UN), the country in this world are 193 countries. As Interpretation Montevideo
Convenion, there are 201 countries and if as interpretation widely, there are 22
countries. Every country sure have a characteristic that it is not same with
others. Simply, every country is different with other countries. The condition
shows us about a lot of differences between a country to others in this world. Those
are religion, culture, language, ethnic, etc. Oftentimes, it cause some
national conflicts or morever international conflicts between some countries if
a country don’t respect to other country’s differences. Indeed, every human
couldn’t acquited from conflict. In social live, conflict is impact of
importance, eagerness, opinion, etc which it is incriminate two side or more.
Gillin and Gilli said, “Seeing conflict as a part of human interaction process
that it is antipodes, it means conflict is a part of social process that it
happens because of there are differences, as physical, emotional, cultural, and
behavior or simply conflict is one of
social interaction processes that its dissociate.”
Cause of
international conflicts :
1.
Misunderstanding
2.
Disparage
other country
3.
Intervention
to other country
4.
Extremism.
It is an action that force other country to accept
5.
Discrimination
6.
History
of past time
Indeed,
admittedly if differences will create a conflict. Conflict must be finished as
soon as possible in order to don’t bother peaceful of human’s life because
effects of conflict is many enough and dangerous
Peace
occurs between heterogeneous social group and is characterized by a lack of
conflict and freedom from fear of violence. Commonly, understood as the absence
of hostility, peace often involves compromise, and therefore is initiated with
thoughful listening and communication to enchance and create mutual
understanding.
Peace can
be defined in a positive direction and in a negative sense. Positively, peace
is a state of tranquility and stillness ; however, in a negative sense, peace
is the absence of war or violance.
Peacefulness
of the world is wishing of people. I am sure, no one who wishing a conflict
comes to their life. Indeed, a common thing if us repectfull to ours. But,
don’t be fanatic and assume that all theirs is bad. No. Every of us is must
respect theirs if us wanna respected by them, because peacefulness will looks
impossible if every human haven’t respect to others. And for achieve
peacefulness of the world, we must can makes a peacefulness in our country
first. Our country has many islands, language, cultural, ethnic, religion, that
must understanded by every citizen of its country.
In the
international world, we must proudly to acknowledge our identity, it is as our
language, ethnic, religion, cultural and all we have. We don’t ever to forget
our identity or even descent our identity. We must proud!
But at the
different side, we must decided respect theirs and accept many differences.
To achieve
a peacefulness in the world, there is a organization that managing about
peacefulness in the world. Its name is United Nations (UN).
The United
Nations is an international organization whose stated aims are to facilitate
cooperation in international law, international security, ecomomic development,
social progress, human right, and achieving world peace.
The United
Nations was founded in 1945 after World War II to replace the League of
Nations, to stop wars between countries, and to provide a platform for
dialogue.
The result
of peacefulness in the world is very nice. Those are :
1.
Every
human will feel safe and no worry
2.
Far
of war
3.
Easier
to reach country’s destination
4.
Communication
between countries will run fluently
5.
Easier
to join in every cooperation or delegation between countries
So, let’s
start from now and start form self to learn respect differences between us in
order to later we will always respecting by them. Because, peacefulness is the
best for our life and every human have a responsibility to keep peacefulness in
the world. If the world is being chaotict, simply, it caused by good human who
too lazy to be active to keep peacefulness in the world.
Selasa, 28 Juni 2016
The Beautiful Life Because Of Full Of Love In Live
Tidak dipungkiri.. dalam hidup, semua makhluk membutuhkan cinta. Cinta dari Allah. Cinta dari orang tua, keluarga, saudara, sahabat dan sesama makhluk. Tetapi, tidaklah seimbang jika kita hanya mengharapkan cinta dari orang lain sedangkan kita sendiri tidak menebar cinta pada sesama. Karena pada hakikatnya cinta adalah memberi yang terbaik dari kita untuk mereka. Entah untuk mereka yang mencintai kita atau untuk mereka yang pernah menyakiti. Memberi cinta tanpa pilih. Cukup berpegang teguh pada ayat Allah dalam Q.S Ar-Rahman ayat 60 yang berbunyi “Tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.”
Memberi cinta
dengan ikhlas untuk mereka yang pernah menyakiti memang cukup sulit dilakukan
jika kita belum sepenuhnya ikhlas memaafkan. Maka sebelum itu, maafkanlah
mereka. Bukan semata demi mereka, tapi juga demi ketenangan dan kenyamanan
hatimu. Percayalah, ada hal indah yang bisa kita rasakan jika kita mampu
mencintai mereka yang pernah menyakiti J
Berbicara mengenai
menyakiti. Terkadang kita terlalu egois dalam memandang luka hati. Kita memandang,
seolah kitalah yang paling tersakiti dan orang lain yang terlalu kejam untuk
menyakiti. Padahal? Memang tidak ada yang tahu isi hati seseorang. Namun bisa
jadi, kita sakit hati bukan semata karena sikap orang lain, melainkan kita yang
terlalu memanjakan hati. Memanjakan dengan harapan-harapan semu yang disematkan
pada diri orang lain. Bisa jadi, orang lain melakukan itu demi kebaikan kita
sendiri. Atau bisa jadi, Allah tengah mengajarkan arti kekuatan kepada kita
melalui orang lain. Ya, memang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan, hidup tak
habisnya melulu soal itu.
Dan pada akhirnya, kita akan disadarkan oleh
kemungkinan-kemungkinan hidup. Teruntuk kalian yang membuatku tersadar,
terimakasih telah berkenan memberi luka yang penuh dengan hikmah. Terimakasih telah
mengajarkan aku banyak hal mengenai kehidupan. Terimakasih, karena kalian aku
mulai bisa mengerti kekuatan dari berkasih sayang pada sesama. Tidak ada yang
lebih indah dari itu. Terimakasih. Cara kalian memang lain, tapi itulah cara
terbaik. Karena terkadang, seseorang harus ditonjok dulu agar mereka bisa
sadar. Terimakasih, ya? Sangatlah tidak pantas dan tidak tahu terimakasih jika
aku membenci cara kalian dalam memberiku pelajaran. Aku tidak benci kalian,
teman. Rasa benci hanya akan merugikan diri sendiri. Aku memaafkan kalian
semua. Berkenankah kalian memaafkan segala khilaf dan salahku pada kalian? Aku
sayang kalian semua. J
***Ditulis
dengan penuh kesadaran oleh Windi Mulyani di Kebumen 28 Juni 2016/23 Ramadhan
1437 AH.
Kamis, 16 Juni 2016
Review Novel "Love Sparks In Korea"
Assalamualaikum..
Izinkan saya sedikit mereview isi novel “Love Sparks In Korea” karya Asma Nadia dan bercerita
bagaimana saya bisa memiliki novel sehebat ini.
Oke, awal
cerita.. saya mendapatkan novel ini sebenarnya sudah cukup lama, tanggal 29
Desember 2015. Waktu itu, saya dan kakak saya menghadiri acara Kebumen Expo.
Alhamdulillah, kakak saya selalu berbaik hati. Saya dibelikan novel itu yang
bagi saya harganya tidaklah murah, bisa untuk beli bakso sekitar 7-8 mangkuk!
Wkwkwk
Dengan waktu
pembelian yang sudah cukup lama, entah kenapa, saya baru sempat membaca dan
menuntaskan novel ini, atau lebih tepatnya baru disempatkan. Maklum, sok sibuk.
Tapi, tak apa kan? Yang terpenting, novel itu saat ini sudah tuntas ku baca dan
Insha Allah banyak nilai-nilai penting yang dapat saya pelajari. Alhamdulillah.
Semoga bisa diaplikasikan di kehidupan nyata.
Novel ini
menceritakan tentang sosok seorang wanita sederhana, terlihat lemah dalam fisik
namun sejatinya, ia kuat dalam urusan hati dan iman keislamannya. Rania Timur
Samudra. Dibalut dengan sikap ramah, respect, penuh keoptimisan, sabar, dan
benar-benar pejuang masa depan dunia dan akhirat. Ibnu battutah. Salah satu
sosok yang sering didengungkan oleh ayah tercintanya sebelum ia tidur yang
mengakar kuat dalam hati dan fikiran. Sosok yang menjadi inspirasi bagi Rania
untuk terus melangkahkan kaki lebih jauh dan terlebih jauh lagi. Hingga pada
suatu titik, jiwa Ibnu Battutah perlahan merasuk dalam jiwa Rania.
Hebat! Rania
memang tidak memilik gelar sarjana, tapi ia memiliki banyak kesempatan untuk
merasakan hal-hal yang begitu tak terbayangkan. Bahkan oleh Rania sendiri.
Rania yang di masa kecilnya hidup miskin dan sakit-sakitan, ternya pada usia
dewasanya, ia mampu menginjakan kaki di beberapa negara dan puluhan kota-kota
luar biasa di dunia, hal yang tidak bisa dirasakan oleh banyak orang.
Dalam
perjalanannya, ia bertekad kuat untuk mendedikasikan semuanya untuk cita-cita
dan keluarganya. Tekad yang kuat. Hingga pada akhirnya, hadir sesosok lelaki
bernama Hyun Gwon. Lelaki asal korea yang berpenampilan cukup urakan namun
berhati menenangkan. Penampilan memang tidak selalu bisa dijadikan sebagai
barometer kepribadian.
Langganan:
Postingan (Atom)