Senin, 22 Februari 2016

Anakmu Bukan Milikmu

Anak adalah kehidupan,
Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu
karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,
Karena jiwanya milik masa mendatang
Yang tak bisa kau datangi
Bahkan dalam mimpi sekalipun

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
Menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan
Tidak tengelam di masa lampau.

Kaulah busur,
Dan anak – anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya,
hingga anak panah itu meleset,
jauh serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita
Dalam rentangan Sang Pemanah,sebab Dia
Mengasihi anak- anak panah yang meleset laksana kilat,
Sebaimana pula dikasihiNya busur yang mantap

Karya : Kahlil Gibran

Minggu, 21 Februari 2016

The Power Of Principle

Assalamualaikum. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi pengalaman.
Hari ini, Minggu, 20 Februari 2016, saya menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam di ruang perpustakaan umum daerah Kebumen untuk membaca sebuah buku motivasi karya salah satu motivator yakni Mega Chandra dengan bukunya yang berjudul "Mau Jadi Apa?"
Sebenarnya, pada waktu lalu saya sudah membaca sekilas isi buku ini, ya hanya sekilas. Meski sekilas, ketertarikan saya untuk membaca buku ini lebih jauh sontak muncul. Tapi sayang, karna ketentuan perpusda yang mengharuskan meminjam satu buku, akhirnya saya meminjam buku lain yang lebih saya butuhkan pada saat itu. 
Dan, Alhamdulillah.. hari ini saya diberi kesempatan untuk membaca buku ini meski belum tuntas, Hehehe.
Ada sebuah halaman dari buku ini yang bagi saya berisi tulisan sangat menarik dan realistis. 
Begini bunyinya :



"Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari bangsa Cina. Salah satunya adalah timbangan makmurnya sebuah negara sesungguhnya bukan dilihat dari pendapatan perkapita sebuah negara, melainkan dari kemakmuran rakyat kecilnya. Contohnya petani. Negara kita lupa jika kita adalah negara agraris yag mana jika kita melihat negara besar di dunia adalah negara yang pertaniannya maju dan  para petaninya hidup makmur.
Cina adalah salah satu negara yang sangat memperhatikan nasib petaninya. Para petani bisa mendapatkan kredit untuk mengembangkan pertanian dengan bunga 0% dari bank-bank pemerintah. Artinya, petani mendapat perlakuan istimewa untuk maju. Pemerintah Cina tahu, Cina tidak akan menjadi besar kalau sampai rakyatnya yang jumlahnya hampir satu miliar jiwa harus menggantungkan makannya dari negara luar.
Jepang juga melakukan hal yang sama. Petani di Jepang sama prestisiusnya dengan pegawai yang bekerja di kantor-kantor mewah di gedung bertingkat Tokyo. Sementara Indonesia? Apakah yang didapat dari kerja keras dan ketulusan para petani itu? Pernahkah kita berterima kasih kepada para petani penanam benih? Yang menghasilkan keramahan suci yang tulus, tak pernah menagih?
Cina dan Jepang menegakkan prinsip. Menegakkan prinsip dapat berarti suatu aturan umum yang dijadikan sebagai panduan perilaku. Prinsip apa saja yang kita pegang, sangat terkait dengan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan, tujuan hidup, dan nilai-nilai yang kita anut.
_____________MAU JADI APA? (ME-CHAND)______________________

Begitulah Me-Chand menuliskan pemikirannya mengenai kondisi petani di Indonesia dibandingkan dengan petani di negeri Cina dan Jepang. 
Ya, memang benar. Negara Indonesia sejatinya adalah negara agraris. Sebagai negara agraris, alangkah lebih baiknya jika pemerintah lebih menengok lebih jauh mengenai dunia pertanian. 

Sekian dari saya yang masih berumur belasan tahun, yang masih terbilang sangat dini untuk berbicara mengenai persoalan politik lebih jauh lagi. 
Besar harapan saya untuk Indonesia agar menjadi yang lebih baik lagi!

wassalamualaikum wr.wb

Senin, 01 Februari 2016

Jangan Baper, Girls!



Jangan Baper, girls!


Assalamu’alaikum, girls.. Kalian tau nggak sih apa sebenernya arti dari “Baper?”
Okay, singkat saja.. Baper adalah singkatan dari Bawa Perasaan. Apa maksudnya?
Menurut saya pribadi, maksudnya adalah terlalu menyangkut pautkan perasaan di tiap keadaan.. keadaan seperti apa? Seperti :
1. Ketika ada ikhwan menyapa dan memberi senyum kepadamu
Ketika terjadi seperti ini, jangan terlalu cepat menyimpulkan jika dia menyukai atau mengagumimu, memang sudah kewajiban manusia untuk saling sapa. Jangan baper, girls!
   2. Ketika ada ikhwan yang menawarkan bantuan kepadamu
Jika terjadi seperti ini, tanggapi dengan positif. Memang sudah kewajiban manusia untuk saling menolong. Jangan baper
   3. Ketika ada ikhwan yang menanyakan kabarmu
Jika ada teman laki-laki yang menanyakan kabarmu, jangan baper girls! Dia hanya sekedar menyambung silaturahmi. 
4.   Ketika ada ikhwan yang mampu menghiburmu,
Jangan baper! Dia hanya sekedar menghibur, mungkin sudah aslinya dia pandai melucu. Jangan terbawa suasana.
   5.  Ketika ada ikhwan yang memberimu perhatian lebih,
Jangan baper! Bisa saja dia hanya kekurangan objek untuk diperhatikan. Bisa saja dia sedang bosan. Bisa saja dia memberi perhatian yang sama ke wanita lain. Jangan tertipu, jangan terbawa suasana. Respon sewajarnya!
   6.  Ketika ada ikhwan yang menceritakan masalahnya kepadamu,
Jangan baper! Belum tentu dia menceritakan yang sebenarnya, respon sewajarnya, jangan berbalik curhat.
   7.  Ketika ada ikhwan yang berkata manis kepadamu,
Jangan baper! Memang sudah rahasia umum jika laki-laki suka menggombal, be smart! Bisa saja dia melakukannya ke wanita lain. Jangan ngefly..
    8.    Ketika ada ikhwan yang menge-like postinganmu di medsos atau memberi komentar yang memuji, Jangan baper! Mungkin saja dia memang jempolers sejati, bisa saja dia hanya asal mengklik like, bisa saja dia hanya asal komen.. hanya cari perhatian, modus belaka.

Jangan mudah baper, girls. Memang wanita adalah makhluk perasa, tapi bukan berarti perasa dalam sikon seperti itu. Boleh perasa, tapi sesuai kadarnya, sesuai kondisinya, sesuai tujuannya.
Jika pada akhirnya apa yang kita rasakan ternyata berbanding terbalik dengan realita? Bagaimana? Sakit, bukan? Lalu, siapa yang rugi? Kita sebagai wanita. So, jangan terlalu menyangkut pautkan urusan perasaan di dalam keadaan tersebut. Perasaan bukan objek yang tepat untuk dijadikan lelucon. Perasaan adalah salah satu aset kehidupan seseorang. Jika aset itu terjaga dengan baik, amanlah hidupnya. Perasaan adalah penggerak, jika ia bahagia, bahagialah hidupnya. Jangan biarkan perasaan kita dengan mudah di kendalikan oleh seseorang. Jangan biarkan perasaan kita dengan mudah dicabik-cabik oleh seseorang. Jaga perasaan kita, kendalikan dengan sebaik-baiknya.


Terimakasih. Wassalamu'alaikum..

#windimyn