Jangan
Baper, girls!
Assalamu’alaikum, girls.. Kalian tau nggak sih apa
sebenernya arti dari “Baper?”
Okay, singkat saja.. Baper adalah singkatan dari
Bawa Perasaan. Apa maksudnya?
Menurut saya pribadi, maksudnya adalah terlalu
menyangkut pautkan perasaan di tiap keadaan.. keadaan seperti apa? Seperti :
1 1. Ketika ada ikhwan menyapa dan
memberi senyum kepadamu
Ketika terjadi seperti ini,
jangan terlalu cepat menyimpulkan jika dia menyukai atau mengagumimu, memang
sudah kewajiban manusia untuk saling sapa. Jangan baper, girls!
2. Ketika ada ikhwan yang menawarkan
bantuan kepadamu
Jika terjadi seperti ini,
tanggapi dengan positif. Memang sudah kewajiban manusia untuk saling menolong.
Jangan baper
3. Ketika ada ikhwan yang menanyakan
kabarmu
Jika ada teman laki-laki yang
menanyakan kabarmu, jangan baper girls! Dia hanya sekedar menyambung
silaturahmi.
4. Ketika ada ikhwan yang mampu menghiburmu,
Jangan baper! Dia hanya sekedar
menghibur, mungkin sudah aslinya dia pandai melucu. Jangan terbawa suasana.
5. Ketika ada ikhwan yang memberimu
perhatian lebih,
Jangan baper! Bisa saja dia hanya
kekurangan objek untuk diperhatikan. Bisa saja dia sedang bosan. Bisa saja dia
memberi perhatian yang sama ke wanita lain. Jangan tertipu, jangan terbawa
suasana. Respon sewajarnya!
6. Ketika ada ikhwan yang
menceritakan masalahnya kepadamu,
Jangan baper! Belum tentu dia
menceritakan yang sebenarnya, respon sewajarnya, jangan berbalik curhat.
7. Ketika ada ikhwan yang berkata
manis kepadamu,
Jangan baper! Memang sudah
rahasia umum jika laki-laki suka menggombal, be smart! Bisa saja dia
melakukannya ke wanita lain. Jangan ngefly..
8.
Ketika ada
ikhwan yang menge-like postinganmu di medsos atau memberi komentar yang memuji, Jangan
baper! Mungkin saja dia memang jempolers sejati, bisa saja dia hanya asal
mengklik like, bisa saja dia hanya asal komen.. hanya cari perhatian, modus
belaka.
Jangan mudah baper, girls. Memang
wanita adalah makhluk perasa, tapi bukan berarti perasa dalam sikon seperti
itu. Boleh perasa, tapi sesuai kadarnya, sesuai kondisinya, sesuai tujuannya.
Jika pada akhirnya apa yang kita rasakan
ternyata berbanding terbalik dengan realita? Bagaimana? Sakit, bukan? Lalu,
siapa yang rugi? Kita sebagai wanita. So, jangan terlalu menyangkut pautkan
urusan perasaan di dalam keadaan tersebut. Perasaan bukan objek yang tepat
untuk dijadikan lelucon. Perasaan adalah salah satu aset kehidupan seseorang.
Jika aset itu terjaga dengan baik, amanlah hidupnya. Perasaan adalah penggerak,
jika ia bahagia, bahagialah hidupnya. Jangan biarkan perasaan kita dengan mudah
di kendalikan oleh seseorang. Jangan biarkan perasaan kita dengan mudah
dicabik-cabik oleh seseorang. Jaga perasaan kita, kendalikan dengan
sebaik-baiknya.
Terimakasih. Wassalamu'alaikum..
#windimyn