Hari ini, Minggu, 20 Februari 2016, saya menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam di ruang perpustakaan umum daerah Kebumen untuk membaca sebuah buku motivasi karya salah satu motivator yakni Mega Chandra dengan bukunya yang berjudul "Mau Jadi Apa?"
Sebenarnya, pada waktu lalu saya sudah membaca sekilas isi buku ini, ya hanya sekilas. Meski sekilas, ketertarikan saya untuk membaca buku ini lebih jauh sontak muncul. Tapi sayang, karna ketentuan perpusda yang mengharuskan meminjam satu buku, akhirnya saya meminjam buku lain yang lebih saya butuhkan pada saat itu.
Dan, Alhamdulillah.. hari ini saya diberi kesempatan untuk membaca buku ini meski belum tuntas, Hehehe.
Ada sebuah halaman dari buku ini yang bagi saya berisi tulisan sangat menarik dan realistis.
Begini bunyinya :
"Ada banyak hal yang bisa
dipelajari dari bangsa Cina. Salah satunya adalah timbangan makmurnya sebuah
negara sesungguhnya bukan dilihat dari pendapatan perkapita sebuah negara,
melainkan dari kemakmuran rakyat kecilnya. Contohnya petani. Negara kita lupa jika
kita adalah negara agraris yag mana jika kita melihat negara besar di dunia
adalah negara yang pertaniannya maju dan
para petaninya hidup makmur.
Cina adalah salah satu negara yang sangat memperhatikan nasib
petaninya. Para petani bisa mendapatkan kredit untuk mengembangkan pertanian
dengan bunga 0% dari bank-bank pemerintah. Artinya, petani mendapat perlakuan
istimewa untuk maju. Pemerintah Cina tahu, Cina tidak akan menjadi besar kalau
sampai rakyatnya yang jumlahnya hampir satu miliar jiwa harus menggantungkan
makannya dari negara luar.
Jepang juga melakukan hal yang sama. Petani di Jepang sama
prestisiusnya dengan pegawai yang bekerja di kantor-kantor mewah di gedung
bertingkat Tokyo. Sementara Indonesia? Apakah yang didapat dari kerja keras dan
ketulusan para petani itu? Pernahkah kita berterima kasih kepada para petani
penanam benih? Yang menghasilkan keramahan suci yang tulus, tak pernah menagih?
Cina dan Jepang menegakkan prinsip. Menegakkan prinsip dapat
berarti suatu aturan umum yang dijadikan sebagai panduan perilaku. Prinsip apa
saja yang kita pegang, sangat terkait dengan apa yang menjadi
kebutuhan-kebutuhan, tujuan hidup, dan nilai-nilai yang kita anut."
_____________MAU JADI APA? (ME-CHAND)______________________
Begitulah Me-Chand menuliskan pemikirannya mengenai kondisi petani di Indonesia dibandingkan dengan petani di negeri Cina dan Jepang.
Ya, memang benar. Negara Indonesia sejatinya adalah negara agraris. Sebagai negara agraris, alangkah lebih baiknya jika pemerintah lebih menengok lebih jauh mengenai dunia pertanian.
Sekian dari saya yang masih berumur belasan tahun, yang masih terbilang sangat dini untuk berbicara mengenai persoalan politik lebih jauh lagi.
Besar harapan saya untuk Indonesia agar menjadi yang lebih baik lagi!
wassalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar