Senin, 01 Februari 2016

Jangan Baper, Girls!



Jangan Baper, girls!


Assalamu’alaikum, girls.. Kalian tau nggak sih apa sebenernya arti dari “Baper?”
Okay, singkat saja.. Baper adalah singkatan dari Bawa Perasaan. Apa maksudnya?
Menurut saya pribadi, maksudnya adalah terlalu menyangkut pautkan perasaan di tiap keadaan.. keadaan seperti apa? Seperti :
1. Ketika ada ikhwan menyapa dan memberi senyum kepadamu
Ketika terjadi seperti ini, jangan terlalu cepat menyimpulkan jika dia menyukai atau mengagumimu, memang sudah kewajiban manusia untuk saling sapa. Jangan baper, girls!
   2. Ketika ada ikhwan yang menawarkan bantuan kepadamu
Jika terjadi seperti ini, tanggapi dengan positif. Memang sudah kewajiban manusia untuk saling menolong. Jangan baper
   3. Ketika ada ikhwan yang menanyakan kabarmu
Jika ada teman laki-laki yang menanyakan kabarmu, jangan baper girls! Dia hanya sekedar menyambung silaturahmi. 
4.   Ketika ada ikhwan yang mampu menghiburmu,
Jangan baper! Dia hanya sekedar menghibur, mungkin sudah aslinya dia pandai melucu. Jangan terbawa suasana.
   5.  Ketika ada ikhwan yang memberimu perhatian lebih,
Jangan baper! Bisa saja dia hanya kekurangan objek untuk diperhatikan. Bisa saja dia sedang bosan. Bisa saja dia memberi perhatian yang sama ke wanita lain. Jangan tertipu, jangan terbawa suasana. Respon sewajarnya!
   6.  Ketika ada ikhwan yang menceritakan masalahnya kepadamu,
Jangan baper! Belum tentu dia menceritakan yang sebenarnya, respon sewajarnya, jangan berbalik curhat.
   7.  Ketika ada ikhwan yang berkata manis kepadamu,
Jangan baper! Memang sudah rahasia umum jika laki-laki suka menggombal, be smart! Bisa saja dia melakukannya ke wanita lain. Jangan ngefly..
    8.    Ketika ada ikhwan yang menge-like postinganmu di medsos atau memberi komentar yang memuji, Jangan baper! Mungkin saja dia memang jempolers sejati, bisa saja dia hanya asal mengklik like, bisa saja dia hanya asal komen.. hanya cari perhatian, modus belaka.

Jangan mudah baper, girls. Memang wanita adalah makhluk perasa, tapi bukan berarti perasa dalam sikon seperti itu. Boleh perasa, tapi sesuai kadarnya, sesuai kondisinya, sesuai tujuannya.
Jika pada akhirnya apa yang kita rasakan ternyata berbanding terbalik dengan realita? Bagaimana? Sakit, bukan? Lalu, siapa yang rugi? Kita sebagai wanita. So, jangan terlalu menyangkut pautkan urusan perasaan di dalam keadaan tersebut. Perasaan bukan objek yang tepat untuk dijadikan lelucon. Perasaan adalah salah satu aset kehidupan seseorang. Jika aset itu terjaga dengan baik, amanlah hidupnya. Perasaan adalah penggerak, jika ia bahagia, bahagialah hidupnya. Jangan biarkan perasaan kita dengan mudah di kendalikan oleh seseorang. Jangan biarkan perasaan kita dengan mudah dicabik-cabik oleh seseorang. Jaga perasaan kita, kendalikan dengan sebaik-baiknya.


Terimakasih. Wassalamu'alaikum..

#windimyn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar