“Dimana? Bagaimana?
Bisa kah?” pertanyaan itu sontak memenuhi pikiranku. Aku coba mencari tahu
lebih jelas mengenai lokasinya dengan meminta bantuan MAPS. Ternyata, lokasi
berdekatan dengan UNY! Semangat tersendiri bagiku. Ketakutan-ketakutan seolah
sirna, meski jika dilihat dari hasil MAPS, lokasi cukup jauh dari stasiun tugu
dan harus menempuh waktu cukup lama agar tiba disana.
Ingatanku berpihak
pada seseorang yang sedang bertugas di Jogja, sebut saja Mr. X. Langsung ku
hubungi nomornya dan tanpa basa-basi aku mengutarakan maksudku. Alhasil, dia
bersedia membantu & menemani perjalananku di Jogja.
Malam hari
sebelum hari keberangkatan ( 2 Agustus 2015), aku menyiapkan segala sesuatu
yang aku butuhkan, tidak banyak, hanya sebotol pocary, tissue, dan yang utama
yakni uang. Ketakutan-ketakutan kembali
menghampiriku, bagaimana tidak? Akhir-akhir itu, sedang marak-maraknya berita
begal motor. Aku cemas, “bagaimana jika malam esok aku tidak lagi berada
disini, di kamar ini?”
Huump. Hanya
bisa meyakinkan diri sendiri, “Allah bersamamu, Windi.” Ku pejamkan mata lebih
awal, karna besok pagi harus tiba di stasiun kereta pramex sebelum pukul 07.00.
*** 2
Agustus, pukul 05.30***
Dengan penuh
keyakinan, aku beranjak pergi meninggalkan rumah menggunakan motor pukul 05.30.
Pertama, aku harus isi amunisi motor (bensin) sampai full, karna perjalanan ini
pastilah menghabiskan banyak BBM. Kedua, menuju stasiun Prembun. Pada saat itu,
kereta pramex kabarnya berada di Prembun. Tetapi setelah tiba di stasiun
Prembun, “Maaf, mbak.. kereta pramex sudah tidak lagi di Prembun, sudah pindah
lagi ke tempat asalnya, stasiun Kutoarjo.” Aku diam sesaat. “Omegosh, stasiun
Kutoarjo? Seumur hidup baru satu kali ke Kutoarjo, itu pun bareng teman dan
hanya ke SAC.” Melihat aku terdiam, bapak satpam bertanya, “Sudah pernah ke
stasiun Kutoarjo?” “Belum.” Jawabku singkat. Satpam itu senyum simpul, “mau
diantar kesana?” tawarnya. “Eh, tidak usah. Aku sendiri aja, makasih pak. Permisi..
“
Waktu menunjukan
pukul 06.00, aku langsung bergegas menuju stasiun Kutoarjo, meski tidak ada
bayangan sedikitpun. Dengan harap-harap cemas dan ketakutan yang kembali
menggerogoti pikiranku, sekuat tenaga hanya bisa meyakinkan “sudah sejauh ini,
jangan mundur, pasti ada jalan!”
Di sepanjang
jalan di Kutoarjo, aku bertanya tempat stasiun Kutoarjo kepada salah satu siswi
berpakaian pramuka yang berada di pinggir jalan. “lurus terus, kalau ada
pertigaan, belok ke selatan.” Katanya.
Aku ‘manut’
dan langsung ‘cusss’. Cukup jauh, aku belum menemukan pertigaan itu. Aku bertanya
lagi ke salah satu bapak di pinggir jalan. “sudah dekat, sekitar 500 meter lagi”
katanya. Mendengar itu, aku langsung bergegas melaju.
***Pukul 07.00***
Akhirnya,
sampai juga di stasiun Kutoarjo, yeah! Ini pertama kalinya aku memasuki
stasiun. Bingung? Pasti. Loketnya dimana, ini gimana, itu gimana, aih. Aku langsung
bergegas bertanya ke pak satpam, “itu loketnya disana, loket belum buka, keberangkatannya
nanti pukul 08.45” jelasnya. Loket belum buka, ini keuntungan tersendiri bagiku
agar tidak kehabisan tiket.
Tiket pramex
sudah ditangan! Sembari menunggu waktu keberangkatan yang kurang lebih masih
satu setengah jam, aku duduk di teras stasiun menghadap utara, bergabung dengan
calon penumpang lain yang sedang menunggu. Meski belum kenal dan tidak
seumuran, kami sesekali mengobrol tentang maksud dan tujuan kami hingga sampai
disini.
Pukul 08.00,
kami calon penumpang diarahkan masuk ke dalam ruang tunggu. Aku duduk menghadap
selatan, memandangi penumpang yang hendak berangkat dan penumpang lain yang
sedang turun. Tiba-tiba, ada 2 orang cewek menghampiri dan duduk disebelahku, 1
duduk di sebelah kiriku, dan satunya lagi di sebelah kananku, aku berada di
tengah-tengah mereka. Sesekali aku melihat tulisan di bagian belakang baju
cewek yang berada di kananku, ada tulisan Universitas Gadjah Mada. Aku terdiam
mendengar obrolan mereka, obrolan mahasiswi UGM, obrolan yang menarik! :D
Tiba pukul
08.45, tetapi kereta tak kunjung datang. Ternyata ada keterlambatan, menjadi
pukul 09.30.. tak apa, bagiku. Pukul 09.30, kereta tak kunjung jua datang. Huft.
Sampai pukul 10.00, kereta pramex datang. Aku bergegas masuk dan menulis pesan
kepada Mr. X “aku baru masuk kereta, ada
keterlambatan tadi. Tunggu aku di stasiun tugu pukul 11.00.”
***Pukul
11.00, Stasiun Tugu Yogyakarta***
Pukul 11.00,
aku turun dari kereta dan berjalan menuju depan stasiun. Aku berdiri di pinggir
jalan menunggu Mr. X menjemputku. Tak selang lama, ia datang dengan berjalan
kaki. Kami langsung berjalan menuju Trans Jogja. Kami naik Trans Jogja dengan
tujuan Jl. Kejayan. Di dalam Trans Jogja, aku terdiam memandangi kota Jogja. Kami
naik turun Trans Jogja sampai 3 kali sebelum
sampai di Jl. Kejayan.
***Pukul
12.30, Jalan Kejayan***
Sampai di
jalan Kejayan, kami turun dan memulai pencarian kami, tempat center. Sesuai GPS,
kami berjalan ke arah timur lalu menyebrang jalan ke selatan. Di sebelah
selatan jalan, terdapat berjajar sevice center. Kami masuk ke salah satunya. Mr
X menjelaskan kedatangan kami. Pihak service center memeriksa ponselku. Hump. Proses
perbaikan memerlukan waktu cukup laam dan hanya bisa diambil besok pagi. Dengan
terpaksa, ponselku menginap disana dan aku pulang dengan tangan hampa.
Pukul 13.10,
aku dan Mr. X berjalan menuju Trans Jogja dengan tujuan terminal bus ;
mengantarku pulang. Hanya bisa terdiam di Trans Jogja. Namun ada pemandangan
menarik di dalam Trans Jogja, ada penumpang Ibu dan 3 anak yang berasal dari
Papua, berciri khas sekali. Lalu, ada seorang wanita bersama temannya yang
berasal dari California, wanita tersebut ternyata adalah salah satu mahasiswi
UGM. Karna meihat ada ‘bule’, salah satu penumpang lain mencoba mengobrol
dengannya dengan menggunakan bahasa Inggris, sesekali kami penumpang Trans
Jogja tertawa mendengar percakapan mereka yang tidak jelas kemana arahnya :D
Trans Jogja
penuh dengan penumpang, aku terpaksa berdiri bersebelahan dengan Mr. X. “Itu
tempat aku bertugas.” Mr. X menunjukan sebuah tempat kepadaku. Aku hanya
mengangguk.
Trans Jogja
berhenti di dekat terminal bus Jogja, aku dan Mr. X bergegas turun, lalu kami
menuju terminal bus Jogja. Mr X hanya mengantarku, aku langsung masuk ke dalam
bus dengan tujuan Kutoarjo.
Di dalam
bus, aku duduk bersama seorang ibu dengan tujuan yang sama, Kutoarjo. Sesekali kami
mengobrol mengenai tujuan kami di Jogja.
Di dalam
bus, aku lebih sering diam, memilih memandang ke luar melalui kaca bus sembari
mengingat kejadian-kejadian yang baru saja aku lewati, kejadian yang tidak akan
pernah terlupakan.
Waktu sudah
menunjukan pukul 16.00, tetapi Kutoarjo masih sangat jauh, ditambah bus yang
sering berhenti di tengah perjalanan, huft. Hingga ketakutan itu kembali
muncul, “bagaimana jika nanti aku sampai di Kutoarjo nya maghrib?” “Bagaimana
aku bisa pulang?” Takut! Namun, aku coba menenangkan diri, berpositif thinking.
Mau tidak mau, itu semua harus dilalui.
Ponselku bergetar,
pesan dari Mr. X yang menanyakan keberadaanku. “baru sampai Purworejo,
bagaimana kalau nanti waktu maghrib aku masih di perjalanan sendiri?” balasku
cemas. “tidak apa-apa, jalan menuju Kebumen cukup ramai kok, tenang aja ya.” Balas
Mr. X. Balasan penenang.
Pukul 17.00,
bus berhenti di pertigaan Kutoarjo, aku turun meninggalkan bus. Lalu berjalan
kaki menuju stasiun Kutoarjo untuk mengambil motorku.
Motor sudah
ditangan. Aku bergegas melaju menuju Kota Kebumen. Dalam perjalanan, tidak bisa
dipungkiri ; aku takut! Tapi , bisa apa?
Pukul 17.40,
aku sampai di Kota Kebumen, fyuh.. akhirnya! Tinggal melaju menuju rumah.
Alhamdulillah,
pukul 18.00 sampai di rumah dengan selamat. Thanks to Allah, Thanks to Mr. X,
and Thanks to all. That’s the greatest moment! Dalam kenekatan, ku temukan banyak hal. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar