Minggu, 20 Desember 2015

Hargai Negeri Sendiri



Pernah terbesit dalam fikiran ini “mengapa Indonesia-ku begini?”
Kecewa ? Ya.
Tapi, tahukah? Ada yang lebih mengecewakan
Yakni ketika melihat & mendengar mereka mencaci, merendahkan bahkan membenci negeri mereka sendiri. Mereka siapa? You know lah..
Mengapa mereka membenci? Entahlah. Mungkin, itu adalah ungkapan kemuakan mereka akan negerinya.
Padahal, sesuatu yang terus menerus dicaci, direndahkan bahkan dibenci, akan tumbuh dengan sangat buruknya di pandangan kita. Memuakan sekali jadinya. 
Jika hal itu terus menerus terjadi, jadi apa negeri ini? Dicintai tidak, diperjuangkan apalagi.. terlanjur dibenci.
Sadarkah? Itu semua seolah kita mencaci harga diri kita sendiri. Tegakah ? Tentu tidak, bukan?
So, mari.. jika belum mampu memperbaiki, lebih baik jangan membenci
Jika belum mampu mencintai, lebih baik jangan mencaci

Ayo, hargai negeri ini, Indonesia tercinta!

-windimyn



Sabtu, 19 Desember 2015

Bangga Berbahasa Indonesia


 

“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”
Dengan lantang kami lisankan
Sumpah pemuda Indonesia
Tetapi, tunggu.. Benarkah?
Sungguhkah sumpah kami?
Menjunjung tinggi bahasa Indonesia?
Sudahkah kami melaksanakan sumpah kami terhadap negeri?
Ah! Malu sendiri.
Terlupa diri akan sumpah kami
Terlena kami akan bahasa masa kini
Bahasa alay.. bahasa yang entah apa maknanya
Dari mana asalnya.. Tidak jelas
Sedangkan.. bahasa Indonesia?
Hei ! Itulah bahasa kebanggaan
Bahasa persatuan
Identitas kita
Sudikah kita mencoreng identitas sendiri?

Ayo.. cintai bahasa bangsa kita.. Indonesia
Banggalah.. hargailah
Jangan mencoreng identitas sendiri
Lantangkan dengan tulus..
Kami bangga berbahasa Indonesia!

 -windimyn
















Jumat, 18 Desember 2015

RESENSI NOVEL "PULANG"



IDENTITAS
 
Judul : Pulang
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Cetakan Ke-VII : November 2015
Cover : Soft Cover
Jumlah halaman : iv+ 400 halaman
ISBN : 978-602-082-212-9
Tere Liye merupakan nama pena seorang penulis tanah air yang berbakat. Nama pena Tere Liye sendiri diambil dari bahasa India dan memiliki arti “untukmu”. Nama aslinya adalah Darwis. Tere Liye telah menerbitkan lebih dari 20 novel ini, kini Tere Liye hadir kembali dengan novel barunya, novel yang hadir dengan tema yang bersifat kebaruan ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Tere Liye. Selain itu, alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur flashback, yang berhasil menjadikan isi novel ini tidak mudah tertebak dan membuat pembaca penasaran untuk terus membaca kelajutan cerita.
Novel tersebut berjudul Pulang. Novel dengan kisah petualangan hebat yang memicu adrenalin setiap pembacanya. Novel yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak kampung pedalaman Sumatra untuk meraih impian-impian hebat di luar sana dengan melewati satu pertarungan ke pertarungan berikutnya demi memeluk erat kesedihan dan kebencian lantas menuju ujung yakni pulang ke hakikat kehidupan. Penulis lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengungkapkan hal yang seolah maya (shadow economy) dengan amat gamblang dan terperinci, pembaca seolah-olah diajak untuk menonton pertunjukan, pertarungan dan berfantasi dengan hebat. Novel ini berhasil membawa pembacanya dalam ketegangan pertempuran dan perihal kesenduan kisah hidup. Penulis juga amat piawai membungkus nasihat dan pemahaman hidup dengan kemasan yang cantik. Tidak hanya itu, novel ini juga sudah berhasil memiliki fungsi moral dan didaktif-edukatif serta bermanfaat guna melembutkan jiwa, memperhalus moral.
Pertama saya melihat buku ini, saya merasa kurang tertarik dengan cover bagian depan, karena hanya berisi judul & nama penulis novel, tidak disertai tulisan lain yang mendukung isi novel. Gambarnya-pun kurang menarik dan bagi saya sulit dimengerti. Berbeda halnya pada cover novel Tere Liye yang berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu, novel tersebut memiliki cover yang jauh lebih menarik karena disertai dengan beberapa kalimat dan gambar pendukung. Tapi, ya sudahlah..
Lalu saya menengok cover bagian belakang dan saya menemukan kalimat yang berhasil membuat saya tertarik untuk mendalami novel ini. Berikut kalimatnya :
“Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk semua kebencian dan rasa sakit.”
Kisah ini berawal dari Talang/pedesaan di pedalaman rimba Sumatra. Disana hiduplah seorang pensiunan jagal bernama Samad. Ia tinggal bersama istri dan anaknya, Hamidah dan Agam, atau yang kerap kali dipanggil Bujang. Hamidah adalah seorang putri dari Tauke Imam, pemuka agama di Pulau Sumatra. Pernikahan kedua insan dari strata dan kultur berbeda itu menyebabkan mereka harus terusir dari kampung, lantas menetap di Talang. Hamidah sering mendidik Bujang dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Tetapi, berbeda dengan Samad yang berketurunan darah Perewa, ia tidak suka Bujang belajar ilmu Agama, bahkan Samad memukul Bujang habis-habisan jika ia tahu Bujang sedang belajar agama.
Suatu hari, datanglah Tauke Muda bersama rombongannya. Tauke muda yang merupakan teman Samad di Kota, sangat akrab dengan Samad bahkan sudah menganggap Samad sebagai saudara angkatnya. Tauke datang karena diundang Samad untuk mengatasi babi-babi hutan yang mengganggu kebun warga di Talang.
Pukul 3 sore, berangkatlah Tauke muda dan rombongannya ke dalam hutan untuk berburu babi hutan. Bujang ikut bersama rombongan Tauke besar. Meskipun Hamidah melarang Bujang untuk ikut, tapi akhirnya ia setuju setelah Samad membujuknya. Dengan bersenjatakan tombak milik bapaknya, Bujang ikut berburu bersama Tauke dan rombongannya. Satu persatu babi hutan berjatuhan, rombongan terus masuk ke hutan yang paling dalam untuk menghabisi babi hutan sampai ke akar-akarnya. Pertarungan seru terjadi ketika seekor babi hutan sebesar sapi dewasa mengamuk. Babi itu menyeruduk siapa saja yang ada di depannya, semua anggota rombongan terluka dan menjadi korbannya, tak terkecuali Tauke. Bujang yang melihat kejadian itu, memutuskan untuk melawan. Bujang melawan babi buas itu sekuat tenaga, hingga akhirnya tombak Bujang menembus moncong hingga punggung babi tersebut, babi itu langsung tak berdaya. Saat itulah rasa takutnya seperti dikeluarkan dari dadanya dan ia siap melakukan pertarungan hebat yang akan dikenang. Sejak saat itu, ia tidak lagi mengenal definisi rasa takut dan menyadari warisan leluhurnya yang menakjubkan.
Kejadian melawan babi hutan menjadi awal kisah hidup baru bagi Bujang yang waktu itu masih 15 tahun. Tauke Muda mengajaknya pergi ke kota. Bapaknya menyetujuinya, mamaknya berat melepaskan. Namun ia tak kuasa menolak. Ini adalah bagian dari perjanjian antara Bapak Bujang dengan Tauke Muda.
Sebelum ia berangkat, mamaknya berpesan kepada Bujang :
“Berjanjilah Bujang, kau tidak akan makan daging babi atau daging anjing. Kau akan menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau juga tidak akan menyentuh tuak dan segala minuman haram.”
Keluarga Tauke Muda atau yang terkenal dengan nama Keluarga Tong adalah salah satu keluarga penguasa shadow economy. Mereka bukan mafia, triad, yakuza, atau apapun itu. Ada dua orang penting yang ada di rumah Tauke. Satu bernama Kopong, kepala tukang pukul. Dua, Mansur, kepala keuangan, logistik, dan lain-lain.
Sesampainya di markas besar Keluarga Tong, Bujang disambut dengan baik. Ia memiliki teman sekamar bernama Basyir, tidak butuh waktu lama, mereka pun akrab.
Di keluarga tong, Bujang tidak diizinkan menjadi tukang pukul, ia disuruh untuk belajar bersama Frans untuk mengejar ketertinggalannya karna selama 15 tahun Bujang sama sekali belum mengenyam pendidikan resmi. Hari demi hari, bujang terus dijejali ilmu-ilmu yang diajarkan di sekolah, hal ini membuat Bujang merasa jenuh. Hingga suatu ketika, Bujang merajuk tidak mau belajar lagi dan meminta kepada Tauke untuk menugaskannya sebagai tukang pukul. Awalnya Tauke menolak, hingga akhirnya ia memiliki ide bagus untuk menuruti keinginan Bujang.
Dalam keluarga Tong, setiap perekrutan tukang pukul selalu diadakan sebuah ritual bernama Amook. Ritual aturannya sederhana, satu orang melawan puluhan bahkan ratusan petarung. Jika satu orang itu mampu menahan gempuran dalam waktu tertentu, ia menang. Bujang hanya diminta bertahan dua puluh menit. Sayang ia hanya bertahan 19 menit. Ia gagal, sehingga ia tetap harus belajar bersama Frans.
Bujang adalah anak yang pandai, dalam waktu singkat ia bisa mengejar ketertinggalannya di SMA dan ia berhasil diterima di Universitas ternama di Ibu Kota. Karena keberhasilannya tersebut, akhirnya Bujang diizinkan Tauke untuk menjadi tukang pukul. Ia punya kesempatan belajar bela diri. Selepas belajar dengan buku dan pulpen di siang hari, ia belajar tinju di malam hari. Guru pertamanya adalah Kopong. Komandan tukang pukul Keluarga Tong. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan ia berlatih, amat keras. Akhirnya Bujang berhasil meng-KO gurunya itu. Itu artinya latihan tinjunya selesai dan harus berganti guru.
Guru berikutnya tak kalah hebat, Guru Bushi namanya. Asli Jepang, ia adalah salah satu Samurai yang masih tersisa di zaman modern ini. Bersama Guru Bushi Bujang berlatih menggunakan pedang, katana, shuriken, dll. Latihan yang seru bersama mantan ninja yang andal itu. Berbulan-bulan Bujang terus berlatih. Hingga tiba saat Guru Bushi mengatakan cukup. Lantas Bujang berlatih dengan Salonga. Seorang penembak jitu asal Filipina. Dengan guru menembaknya itu ia juga belajar filosofi hidup. Selain berlatih beladiri, Bujang juga terus melanjutkan sekolah. Ia bahkan mengenyam pendidikan magister di luar negeri.
Waktu melesat sangat cepat. 20 tahun kemudian. Bujang, anak Talang nan malang itu berubah menjadi pribadi yang sangat mantap. Akademis, kokoh, dan bermata tajam. Dia menyelesaikan banyak masalah tingkat tinggi yang terjadi di keluarga Tong. Namun, masalah demi masalah muncul, hingga tiba saatnya keluarga Tong berada di puncak kejayaan, Sang Pengkhianat keluar dan memicu peperangan. Penghianat itu adalah Basyir. Basyir ingin balas dendam karena keluarganya di bunuh oleh Keluarga Tong saat bertarung dengan Keluarga Arab. Saat pengkhianatan itu, Bujang dan teman-temannya terdesak dalam pertempuran. Bujang, Tauke Muda dan Parwez terpaksa pergi dari markas Keluarga Tong melalui lorong rahasia yang dibangun atas usulan Kopong. Ujung lorong tersebut adalah halaman rumah Tuanku Imam, Kakak tertua dari Hamidah, Mamaknya Bujang.
Tuanku Imam memberinya pertolongan dan pemahaman agama, sedangkan Tauke Muda sudah meninggal. Sejak saat itu, Bujanglah yang menggantikan Tauke Muda dan berjuang merebut kembali pemerintahan Keluarga Tong dari tangan Basyir. Akhirnya, Bujang berhasil memenangkannya dengan dibantu orang-orang terdekatnya dan anggota Keluarga Tong yang masih setia. Detik-detik dikalahkannya Basyir inilah yang membuat Bujang mengerti bahwa pulang yang dimaksud selama ini adalah pulang pada hakikat kehidupan itu sendiri.

Novel Pulang ini mengandung banyak nilai positif yang dapat diambil, diantaranya adalah tentang kebaktian seorang anak terhadap ibunya serta nilai-nilai agama. Selain itu, hal yang juga dapat mempengaruhi pembaca adalah tentang pengetahuan ekonomi gelap di negara kita. Terlepas dari jenis buku ini, yakni novel, pastilah pembaca mendapatkan tambahan baru mengenai serangkaian kegiatan ekonomi gelap yang ada di negara kita. Ini akan membentuk pola pikir pembaca lebih dewasa terhadap ekonomi di negara kita. So, untuk kalian yang ingin mengerti lebih jauh tentang dunia ekonomi gelap di negara ini maupun di dunia, novel ini sangatlah tepat untuk kalian baca dan pahami.

Rabu, 23 September 2015

R-I-N-D-U


Aku rindu, entah pada manusia bernama siapa
Aku tak tahu

Aku rindu, entah mengapa

Akupun tak tahu,

Yang ku tahu, rindu ini teruntuk ia pemilik masa depanku

Pemilik jiwa ragaku setelah-NYA

Ia.. seseorang  yang tlah dipilihkan Allah untukku,

Untuk menemaniku menapaki lika liku hidup baru

Bersama berjuang memperjuangkan Jannah-Nya

Suka duka, selalu ada, selalu bersama

Dengan naungan dari Sang Maha Cinta, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.



Allah... jaga hatiku dan hatinya, jaga pandanganku dan pandangannya, jaga imanku dan imannya,

Hingga.. aku menjadi milikNya yang halal

Entah di dunia atau di Jannah kelak, aku akan tetap menanti,

Dalam diamku, bantu aku menjaga yang seharusnya aku jaga, Allah.



Allah.. Pilihan terbaik adalah pilihan-Mu

Aku tak pantas memilih tanpa restu-Mu.

Ku serahkan  pada-Mu, Allah Sang Maha Pemilik Hati


-windimyn-


Senin, 14 September 2015

Pahami Jejakku

Ketika aku tak lagi terkagum denganmu,
Maka pahamilah jejakku..
Karena mungkin, aku dulu pernah menginginkan dirimu.
Ketika aku tak lagi terkagum denganmu,
Maka pahamilah jejakku..
Karena mungkin, aku pernah menulis tentang mu dalam setiap untaian doaku.
Dan kini..
Ku tak ingin berharap banyak,
Karena ku tak ingin berpaling kepadaNya.
Wahai hati..
Simpanlah rasa ini,
Rasa kagum kepada seorang insan.
Dan jangan tergesa-gesa dalam memilih.
Wahai hati..
Tutuplah rapat perasaan ini,
Sampai tiba waktunya memilih,
Memilih yang terbaik untuk masa depan tiba.
Dan jangan biarkan perasaan ini, 
jatuh kepada insan yang hanya terlena menikmati keindahan dunia yang fana.
Ketika aku tak lagi terkagum denganmu,
Maka pahamilah jejakku..
Karena aku tak pernah memaksa hati untuk tetap bersama.
Cukuplah Allah menyatukan kita dalam cinta suci.
Ketika aku tak lagi berharap,
Maka pahamilah jejakku..
Karena saat itu juga aku ikhlas kan semua yang terjadi.
Ketika aku tak lagi banyak bicara,
Maka pahamilah jejakku..
Karena mungkin, aku tak lagi memikirkan persoalan hati.
Sebab, ku tak ingin rasa ini melebihi cintaku kepadaNya.
Percaya akan janjiNya, dan seberapa yakin kita kepadaNya.

#pahamijejakku #duniajilbab

Selasa, 07 Juli 2015

CINDERELLA

 Hasil gambar untuk GAMBAR CINDERELLA
Pernahkah kalian bermimpi ? Pasti pernah. "Mimpilah setinggi langit, apabila terjatuh, setidaknya kau berada dintara bintang bintang." Quote itu menegaskan bahwa tak ada yang salah dengan bermimpi ataupun dengan impian kita. Setiap orang berhak bermimpi apapun dalam hidupnya, tak ada yang berhak melawan.
Begitupun dengan mimpi untuk menjadi Cinderella, mungkin mimpi ini terkesan lucu ataupun aneh, bahkan sangat aneh. Tapi sekali lagi, tak ada yang aneh dari sebuah mimpi.
Menjadi Cinderella.. bukan harus menjadi mirip sosok Cinderella secara fisik, It's impossible, ini lebih tertuju pada kisah cinta seorang Cinderella. Cinderella memang berawal dari sosok gadis yang biasa-biasa saja, bahkan dia kerap kali dihina, dicaci, direndahkan, dianggap tak bernilai sama sekali. Pada suatu ketika, ada seorang raja yang mengadakan suatu acara mencari pasangan untuk sang raja. Para wanita dari segala penjuru mendengar kabar itu dan berlomba-lomba untuk mendapatkan hati raja. Berbeda dengan Cinderella yang tidak diizinkan untuk datang ke acara tersebut oleh Ibu tiri dan Saudara perempuannya. Tapi kemudian, ada Ibu Peri yang membantunya untuk bisa datang ke pesta itu, Cinderella-pun datang ke pesta itu dengan mengenakan gaun yang sangat cantik dan sepatu kacanya, ia menuju menggunakan kereta kencana.
Setiba di acara tersebut, raja melihat kedatangan Cinderella dan jatuh hati padanya sejak kali pertama bertemu. Di tengah acara, raja berdansa dengan Cinderella, dan akhirnya raja-pun memilih Cinderella.

Dari kisah Cinderella, kita bisa menyimpulkan bahwa di dunia ini tak ada yang mustahil apabila Tuhan merestui. Cinderella yang berasal dari gadis biasa, sering dihina bahkan direndahkan saja bisa dipilih oleh raja yang diperebutkan banyak wanita. Karna wantita yang hebat bukan menemukan lelaki hebat tetapi ditemukan oleh lelaki hebat, jadi apabila kita sebagai wanita ingin ditemukan lelaki hebat jadilah terlebih dulu wanita yang hebat, karena lelaki hebat pasti mempunya tipe sendiri dan berbeda dari tipe lelaki biasa.

Selasa, 24 Februari 2015

Kebersamaan dan Kesendirian

Kata orang, kebersamaan itu indah. Pada beberapa sesi kehidupan, orang juga seringkali ditanyakan apakah mereka dapat bekerjasama
dengan baik atau tidak? Biasanya ada orang yang cenderung menyukai kesendirian dan sebagian
lagi lebih menyukai kesendirian untuk kenyamanan batin.
Kata orang, manusia itu adalah makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya kebersamaan dengan sesama manusia. Namun, mengapa ada beberapa orang yang mencintai
kesendirian? Kadang kebersamaan itu agak menyakitkan. Melalui kebersamaan yang sudah terjalin akrab berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, kebersamaan itu semakin erat. Rasa
semakin menyatu dengan hati. Namun, sayang, terkikis oleh hal-hal lain. Egoisme, lingkungan, dan kemauan hati bercampur pelahan menghapus semua hal-hal baik dalam kebersamaan itu. Dendam, dengki, emosi, amarah, bersatu menambah kacaunya kebersamaan itu. Lama kelamaan, rasa kebersamaan yang sudah lama
dipupuk itu pun memilih untuk menyerah. Mundur perlahan-lahan sampai hati sanggup mengatakan
selamat tinggal kebersamaan.
Pecah, terbagi, dan berpisah adalah ketiga hal yang sangat dibenci pada awal-awal kebersamaan. Namun, ketiga hal itu semakin kuat
muncul seiring dengan semakin bertambahnya pupuk waktu kebusukan kebersamaan itu. Dan di
saat itu, kata orang lebih baik berpisah daripada kebersamaan itu menyiksa sanubari hati dan batin.
Jembatan kebimbangan sayangnya semakin terlihat terbentang luas di depan pelupuk hati. Setiap hari, setiap saat, kebersamaan dan
perpisahan silih berganti menyebrangi jembatan
kebimbangan itu. Padahal, kata orang, ikuti saja kata hatimu. Sayangnya, pada saat itu, hati
sudah lemah dan hanya otak yang dapat berbicara. Dan sayangnya, perpaduan keduanya
akhirnya seringkali menghasilkan perpisahan yang menyisakan kenangan pahit akan kebersamaan
yang pernah terbina itu.

Kesepian adalah aku , Kesendirian adalah aku

Ada kalanya kesendirian itu meneduhkan
Ada kalanya kesendirian adalah suatu pilihan, atau bahkan pelarian
Ada juga kesendirian yang dibuahkan oleh keadaan.
Malam ini Pengembara Jiwa ini sedang tidak ingin sendiri ….
Lelah sudah hanya berteman harap yang sayangnya hanya sejauh mimpi
Raga ini inginkan seseorang untuk berbagi,
Tempat muntahkan semua rasa yang menggerogoti isi kepala
Jiwa ini rindukan hati untuk berlabuh,
Tempat menambatkan segala asa yang inginnya menjadi nyata
Harus sejauh mana kaki ini harus menapak?
Berapa lama lagi harus melangkah dalam kegelapan dan meraba dalam keraguan?
Kemana perginya pelita yang dulu sempat menjadi penerang jiwa?
Mengapa seakan jalan ini tak berujung, dan semakin menyeretku kedalam penantian panjang akan arah dan tujuan? Kemana Pengembara ini harus mengakhiri pencariannya?
Wahai Pemilik Kehidupan,
Jangan biarkan Pengembara ini kembali tersesat dalam rasa kehilangan yang mematikan
Dan jangan biarkan rasa sakit menjadi kesudahannya..

Jumat, 30 Januari 2015

Belajar Dari Angsa

Kita telah mengetahui bahwa ada sejenis angsa yang mampu terbang ribuan kilometer melintasi samudra luas ketika mereka harus bermigrasi ke belahan bumi yang lain akibat pergantian musim. Bagaimana hal itu dapat mereka lakukan? Padahal, bila seekor angsa mencobanya sendiri ia tidak mampu melakukannya? Ia akan kelelahan dan terjatuh di tengah laut.
"Pelajaran dari Angsa" disampaikan pertama kali oleh Angeles Arrien pada The 1991 Organizational Network berdasarkan hasil penelitian Milton Olson, dengan menghadirkan fakta-fakta berikut :
  • Fakta 1 : Ketika semua angsa mengepakkan sayap-sayap mereka, akan terjadi daya dorong ke atas (uplift) oleh udara. Dengan terbang membentuk formasi "V", Kawanan angsa itu dapat memperbesar jelajah terbang mereka hingga tinggi 71% lebih jauh dibandingkan apabila seekor angsa terbang sendiri.
  • Fakta 2 : Bila seekor angsa keluar dari formasi, ia akan merasakan ada gesekan udara (drag) yang besar, yang membuat terbangnya terasa berat sehingga ia enggan terbang menyendiri. Ia akan segera kembali ke formasinya, untuk mengambil keuntungan dari daya angkat udara yang dihasilkan oleh kawan-kawan di depannya.
  • Fakta 3 : Jika angsa yang paling depan lelah, ia akan berputar ke belakang dan masuk ke dalam untuk mengambil keuntungan yang dihasilkan oleh kawan kawan di depannya.
  • Fakta 4 : Angsa-angsa itu terbang dalam formasi bersuara nyaring (menerompet) untuk memacu kawan di depannya agar tetap menjaga kecepatan mereka.
  • Fakta 5 : Jika seekor angsa menderita sakit, entah terluka atau tertembak jatuh, dua ekor angsa akan keluar dari formasi dan mengikuti untuk menolong dan melindunginya. Mereka akan tinggal bersama si korban hingga ia mati atau dapat terbang lagi. Lalu, mereka akan bergabung dengan formasi kawanan lain atau mengejar kelompoknya.
Setiap fakta diatas secara mengherankan menunjuk pada setiap unsur utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia agar dapat terbang jauh melintasi pencapaian yang mampu dibayangkan dapat dijangkau oleh perjuangan tunggal. Inilah contoh fenomena luar biasa yang dipertontonkan alam sebagai fenomena biasa. Sebuah bukti bahwa hasil luar biasa dapat diraih dengan cara biasa, cara yang disediakan alam sehari-hari,secara alamiah.
Kita memang bukan angsa sehingga oleh Sang Pencipta secara otomatis disediakan naluri kerja sama, tetapi dibekali hak istimewa berupa akal untuk mempelajarinya dan budi untuk menetapkan pilihan terhadap pengetahuan dari hasil pembelajaran itu.