Minggu, 20 Desember 2015
Hargai Negeri Sendiri
Sabtu, 19 Desember 2015
Bangga Berbahasa Indonesia
Jumat, 18 Desember 2015
RESENSI NOVEL "PULANG"

Rabu, 23 September 2015
R-I-N-D-U
Aku rindu, entah pada manusia bernama siapa
-windimyn-
Senin, 14 September 2015
Pahami Jejakku
Karena mungkin, aku dulu pernah menginginkan dirimu.
Maka pahamilah jejakku..
Karena mungkin, aku pernah menulis tentang mu dalam setiap untaian doaku.
Ku tak ingin berharap banyak,
Karena ku tak ingin berpaling kepadaNya.
Simpanlah rasa ini,
Rasa kagum kepada seorang insan.
Dan jangan tergesa-gesa dalam memilih.
Tutuplah rapat perasaan ini,
Sampai tiba waktunya memilih,
Memilih yang terbaik untuk masa depan tiba.
Dan jangan biarkan perasaan ini,
Maka pahamilah jejakku..
Karena aku tak pernah memaksa hati untuk tetap bersama.
Cukuplah Allah menyatukan kita dalam cinta suci.
Maka pahamilah jejakku..
Karena saat itu juga aku ikhlas kan semua yang terjadi.
Maka pahamilah jejakku..
Karena mungkin, aku tak lagi memikirkan persoalan hati.
Sebab, ku tak ingin rasa ini melebihi cintaku kepadaNya.
Percaya akan janjiNya, dan seberapa yakin kita kepadaNya.
#pahamijejakku #duniajilbab
Selasa, 07 Juli 2015
CINDERELLA
Begitupun dengan mimpi untuk menjadi Cinderella, mungkin mimpi ini terkesan lucu ataupun aneh, bahkan sangat aneh. Tapi sekali lagi, tak ada yang aneh dari sebuah mimpi.
Menjadi Cinderella.. bukan harus menjadi mirip sosok Cinderella secara fisik, It's impossible, ini lebih tertuju pada kisah cinta seorang Cinderella. Cinderella memang berawal dari sosok gadis yang biasa-biasa saja, bahkan dia kerap kali dihina, dicaci, direndahkan, dianggap tak bernilai sama sekali. Pada suatu ketika, ada seorang raja yang mengadakan suatu acara mencari pasangan untuk sang raja. Para wanita dari segala penjuru mendengar kabar itu dan berlomba-lomba untuk mendapatkan hati raja. Berbeda dengan Cinderella yang tidak diizinkan untuk datang ke acara tersebut oleh Ibu tiri dan Saudara perempuannya. Tapi kemudian, ada Ibu Peri yang membantunya untuk bisa datang ke pesta itu, Cinderella-pun datang ke pesta itu dengan mengenakan gaun yang sangat cantik dan sepatu kacanya, ia menuju menggunakan kereta kencana.
Setiba di acara tersebut, raja melihat kedatangan Cinderella dan jatuh hati padanya sejak kali pertama bertemu. Di tengah acara, raja berdansa dengan Cinderella, dan akhirnya raja-pun memilih Cinderella.
Dari kisah Cinderella, kita bisa menyimpulkan bahwa di dunia ini tak ada yang mustahil apabila Tuhan merestui. Cinderella yang berasal dari gadis biasa, sering dihina bahkan direndahkan saja bisa dipilih oleh raja yang diperebutkan banyak wanita. Karna wantita yang hebat bukan menemukan lelaki hebat tetapi ditemukan oleh lelaki hebat, jadi apabila kita sebagai wanita ingin ditemukan lelaki hebat jadilah terlebih dulu wanita yang hebat, karena lelaki hebat pasti mempunya tipe sendiri dan berbeda dari tipe lelaki biasa.
Selasa, 24 Februari 2015
Kebersamaan dan Kesendirian
Kata orang, kebersamaan itu indah. Pada beberapa sesi kehidupan, orang juga seringkali ditanyakan apakah mereka dapat bekerjasama
dengan baik atau tidak? Biasanya ada orang yang cenderung menyukai kesendirian dan sebagian
lagi lebih menyukai kesendirian untuk kenyamanan batin.
Kata orang, manusia itu adalah makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya kebersamaan dengan sesama manusia. Namun, mengapa ada beberapa orang yang mencintai
kesendirian? Kadang kebersamaan itu agak menyakitkan. Melalui kebersamaan yang sudah terjalin akrab berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, kebersamaan itu semakin erat. Rasa
semakin menyatu dengan hati. Namun, sayang, terkikis oleh hal-hal lain. Egoisme, lingkungan, dan kemauan hati bercampur pelahan menghapus semua hal-hal baik dalam kebersamaan itu. Dendam, dengki, emosi, amarah, bersatu menambah kacaunya kebersamaan itu. Lama kelamaan, rasa kebersamaan yang sudah lama
dipupuk itu pun memilih untuk menyerah. Mundur perlahan-lahan sampai hati sanggup mengatakan
selamat tinggal kebersamaan.
Pecah, terbagi, dan berpisah adalah ketiga hal yang sangat dibenci pada awal-awal kebersamaan. Namun, ketiga hal itu semakin kuat
muncul seiring dengan semakin bertambahnya pupuk waktu kebusukan kebersamaan itu. Dan di
saat itu, kata orang lebih baik berpisah daripada kebersamaan itu menyiksa sanubari hati dan batin.
Jembatan kebimbangan sayangnya semakin terlihat terbentang luas di depan pelupuk hati. Setiap hari, setiap saat, kebersamaan dan
perpisahan silih berganti menyebrangi jembatan
kebimbangan itu. Padahal, kata orang, ikuti saja kata hatimu. Sayangnya, pada saat itu, hati
sudah lemah dan hanya otak yang dapat berbicara. Dan sayangnya, perpaduan keduanya
akhirnya seringkali menghasilkan perpisahan yang menyisakan kenangan pahit akan kebersamaan
yang pernah terbina itu.
Kesepian adalah aku , Kesendirian adalah aku
Ada kalanya kesendirian itu meneduhkan
Ada kalanya kesendirian adalah suatu pilihan, atau bahkan pelarian
Ada juga kesendirian yang dibuahkan oleh keadaan.
Malam ini Pengembara Jiwa ini sedang tidak ingin sendiri ….
Lelah sudah hanya berteman harap yang sayangnya hanya sejauh mimpi
Raga ini inginkan seseorang untuk berbagi,
Tempat muntahkan semua rasa yang menggerogoti isi kepala
Jiwa ini rindukan hati untuk berlabuh,
Tempat menambatkan segala asa yang inginnya menjadi nyata
Harus sejauh mana kaki ini harus menapak?
Berapa lama lagi harus melangkah dalam kegelapan dan meraba dalam keraguan?
Kemana perginya pelita yang dulu sempat menjadi penerang jiwa?
Mengapa seakan jalan ini tak berujung, dan semakin menyeretku kedalam penantian panjang akan arah dan tujuan? Kemana Pengembara ini harus mengakhiri pencariannya?
Wahai Pemilik Kehidupan,
Jangan biarkan Pengembara ini kembali tersesat dalam rasa kehilangan yang mematikan
Dan jangan biarkan rasa sakit menjadi kesudahannya..
Jumat, 30 Januari 2015
Belajar Dari Angsa
"Pelajaran dari Angsa" disampaikan pertama kali oleh Angeles Arrien pada The 1991 Organizational Network berdasarkan hasil penelitian Milton Olson, dengan menghadirkan fakta-fakta berikut :
- Fakta 1 : Ketika semua angsa mengepakkan sayap-sayap mereka, akan terjadi daya dorong ke atas (uplift) oleh udara. Dengan terbang membentuk formasi "V", Kawanan angsa itu dapat memperbesar jelajah terbang mereka hingga tinggi 71% lebih jauh dibandingkan apabila seekor angsa terbang sendiri.
- Fakta 2 : Bila seekor angsa keluar dari formasi, ia akan merasakan ada gesekan udara (drag) yang besar, yang membuat terbangnya terasa berat sehingga ia enggan terbang menyendiri. Ia akan segera kembali ke formasinya, untuk mengambil keuntungan dari daya angkat udara yang dihasilkan oleh kawan-kawan di depannya.
- Fakta 3 : Jika angsa yang paling depan lelah, ia akan berputar ke belakang dan masuk ke dalam untuk mengambil keuntungan yang dihasilkan oleh kawan kawan di depannya.
- Fakta 4 : Angsa-angsa itu terbang dalam formasi bersuara nyaring (menerompet) untuk memacu kawan di depannya agar tetap menjaga kecepatan mereka.
- Fakta 5 : Jika seekor angsa menderita sakit, entah terluka atau tertembak jatuh, dua ekor angsa akan keluar dari formasi dan mengikuti untuk menolong dan melindunginya. Mereka akan tinggal bersama si korban hingga ia mati atau dapat terbang lagi. Lalu, mereka akan bergabung dengan formasi kawanan lain atau mengejar kelompoknya.
Kita memang bukan angsa sehingga oleh Sang Pencipta secara otomatis disediakan naluri kerja sama, tetapi dibekali hak istimewa berupa akal untuk mempelajarinya dan budi untuk menetapkan pilihan terhadap pengetahuan dari hasil pembelajaran itu.
