Senin, 26 September 2016

Better Things Do Come To Those Who Go Out and Get Them

Growing up, I was always told that "Good things come to those who wait."For a long time, I believe it. But now that I am older, I believe that sometimes it's better to go after what you wan instead of just waiting for it.
I think the saying "Good things come to those who wait" teaches us an important lesson in patience.
Sometimes, good things do just happen to come along if we are patient. Maybe we just happen to meet the right person or happen to be in the right place at the right time. But I believe that we have the power to make good things come our way. We make choices and set up circumstances to make it more likely for certain things to happen to us. Good things maybe come to those who wait, but I believe better things do come to those who go out and get them.


*Kebumen, 26 September 2016
Windi Mulyani

Banting Setir


Pernahkah dalam hidup, kamu merasa terlalu lelah berada dalam perjalanan kehidupanmu dan ingin segera sampai tujuanmu ? Pasti pernah.
Engkau merasa, kau telah jauh melangkah untuk menjemput impianmu, kau tlah lalui jalan berliku penuh batu, kau tlah hadapi jalanan gelap tanpa penerangan, kau tlah lalui jalanan sepi sendiri, hanya engkau disana. Kau merasa kau tlah pergi jauh untuk berjuang, namun mengapa tak kunjung sampai? Kau pasti heran, bukan ? setelah banyaknya rintangan yang kau lalui, mengapa buah tak kunjung Tuhan berikan ? manakah janji Tuhan ? manakah keadilan Tuhan ? manakah pembuktian dari pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” ? manakah pembuktian ayat Tuhan yang menyebutkan “setelah kesulitan ada kemudahan” ?

Ssstt.. disaat-saat sepeti itu, tepislah segala pertanyaan macam itu! Tetap percayakan dan serahkan segalanya pada Tuhan. Percayalah, Tuhan Maha Adil. Dan tetap ingatlah “everything comes to you at the right time, be patient and trust in the process.”

Jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan Tuhan. Kita hanya perlu berintropeksi. 
Bisa jadi, semua itu terjadi karena kita terlalu egois memilih jalanan yang kita lalui, (sudah disarankan lewat jalan sana, malah lewat jalan yang itu). 
Bisa jadi, kita terlalu abai dengan nasihat-nasihat orang lain. 
Bisa jadi, kita hanya fokus pada jalan yang kita pilih dan mengabaikan jalan lain yang berkemungkinan besar lebih tepat dari jalan kita pilih. 
Bisa jadi, jalan yang kita pilih tidak diridhoi. 
Atau bisa jadi, Tuhan sedang mengajarkan kita arti perjuangan yang sesungguhnya dengan membiarkanmu melewati jalan yang salah untuk kemudian menunjukan dan mengantarmu pada jalan yang benar, yang diridhoi Tuhan dan orang-orang terkasih-Nya.
Maka, cobalah lunakan sejenak kepalamu. Redamkan sejenak egomu. Atur bara api semangatmu. Pekalah terhadap segala kode alam dari-Nya. 

Banting setir! Ubah cara pandang. Pertimbangkan nasihat-nasihat dari orang lain. Karena terkadang dalam hidup, ada beberapa hal yang tidak dapat dipaksakan, tidak perduli seberapa keras kita memperjuangkan. 

Bismillah. Semoga Tuhan senantiasa membimbing dan meridhoi perjalanan langkahmu menjemput impian-impianmu 

*Ditulis oleh Windi Mulyani
Di Kebumen, malam Selasa, 26 September 2016

Senin, 05 September 2016

I trust You


Sungguh, aku teramat memerlukan waktu untuk menyendiri. Bukan menjauh dari keramaian apalagi mengasingkan diri, namun lebih kepada merenungi untuk menyadari apa-apa yang perlu diabaikan dan apa-apa yang perlu diperjuangkan. Aku memiliki segala yang ada pada diriku dan Allah yang menguasai atas diriku. I am young, wild, and free. I am free to be anything I wanna be. Yeah. Aku berhak sepenuhnya menentukan jalan yang akan ku tempuh, aku berhak namun Allah lebih berhak. Kalian berhak mengaturku, mengkritikku, atau melakukan apapun pada diriku, namun aku lebih berhak untuk mengabaikan apa yang kalian hendak lakukan ataupun sudah kalian lakukan padaku, karena pada akhirnya yang paling berhak menentukan jalanku hanya diriku dan Allah-ku, bukan kalian.
Aku punya pemikiran, aku berhak berjalan beriringan dengan pemikiranku, bukan pemikiran kalian.
Aku punya impian, aku berhak meraih impianku bukan impian kalian.
Aku punya sang penentu masa depanku, aku harus percaya padaNya, bukan percaya kalian.
Aku punya standar tersendiri, bukan standar yang kalian ciptakan.
Aku punya jalan tersendiri, aku tidak harus melalui jalan yang tlah kalian lalui.
Why I am like that ? Surely because I am young, wild and free to be anything I wanna be. Kalian boleh mengatakan aku keras kepala atau sulit diatur, boleh saja, itu hak. Namun kembali, akupun berhak mengabaikan. Bukan aku menutup pemikiranku. Bukan. Namun tidak setiap pemikiran orang lain bisa diterima oleh diri ini.
Everyone has a way to achieve their dreams and maybe it’s different with other people choose because one head has one mind.
Aku punya sebaik-baiknya pengaruh pemikiranku. I trust You, Allah.