Senin, 05 September 2016

I trust You


Sungguh, aku teramat memerlukan waktu untuk menyendiri. Bukan menjauh dari keramaian apalagi mengasingkan diri, namun lebih kepada merenungi untuk menyadari apa-apa yang perlu diabaikan dan apa-apa yang perlu diperjuangkan. Aku memiliki segala yang ada pada diriku dan Allah yang menguasai atas diriku. I am young, wild, and free. I am free to be anything I wanna be. Yeah. Aku berhak sepenuhnya menentukan jalan yang akan ku tempuh, aku berhak namun Allah lebih berhak. Kalian berhak mengaturku, mengkritikku, atau melakukan apapun pada diriku, namun aku lebih berhak untuk mengabaikan apa yang kalian hendak lakukan ataupun sudah kalian lakukan padaku, karena pada akhirnya yang paling berhak menentukan jalanku hanya diriku dan Allah-ku, bukan kalian.
Aku punya pemikiran, aku berhak berjalan beriringan dengan pemikiranku, bukan pemikiran kalian.
Aku punya impian, aku berhak meraih impianku bukan impian kalian.
Aku punya sang penentu masa depanku, aku harus percaya padaNya, bukan percaya kalian.
Aku punya standar tersendiri, bukan standar yang kalian ciptakan.
Aku punya jalan tersendiri, aku tidak harus melalui jalan yang tlah kalian lalui.
Why I am like that ? Surely because I am young, wild and free to be anything I wanna be. Kalian boleh mengatakan aku keras kepala atau sulit diatur, boleh saja, itu hak. Namun kembali, akupun berhak mengabaikan. Bukan aku menutup pemikiranku. Bukan. Namun tidak setiap pemikiran orang lain bisa diterima oleh diri ini.
Everyone has a way to achieve their dreams and maybe it’s different with other people choose because one head has one mind.
Aku punya sebaik-baiknya pengaruh pemikiranku. I trust You, Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar