Ayah..
Aku selalu mengira kau terlalu
mengekangku dengan berbagai
aturan yang selalu tidak aku suka.
Masa muda yang menggoda selalu
membuatku ingin bebas.
Tapi, kita memang selalu tidak
senama jika bicara tentang
kebebasan. Semua kau lakukan hanya untuk melindungiku dari dunia sebenarnya.
Ayah..
Satu dua pendapat kita berlawanan. Tidak ada ayah yang sempurna. Tapi, seorang ayah hanya ingin mencintai dengan sempurna. Selalu inginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Hanya saja aku terlalu egois
menerima kasih sayang dari hati
besarmu itu..
Ayah..
Maafkan aku karena pernah sejenak aku melupakan cintamu.
Bodohnya aku karena mencari cinta diluar sana. Dungunya aku karena mencari cinta
dari orang asing. Yang kutahu semuanya tidak selamanya.
Padahal, cinta sebenar-benarnya
cinta sudah ada pada dirimu selama ini..
Ayah..
Suatu hari nanti , akan ada lelaki
lain dalam hidupku. Yang akan kau serahkan semua tanggungjawabmu selama
ini ,kepadanya. Lewat ucapan janji yang akan mengguncangkan langit.
Janji yang membuat Arsy-Nya
bergetar. Baktiku memang akan sepenuhnya untuknya kelak.
Tapi ayah, aku akan tetap jadi anak
perempuanmu. Aku akan tetap cinta kepadamu, ayah..
Teruntuk seorang ayah..
Surat ini kuakhiri dengan
permintaan maafku padamu.
Maaf atas semua kelancanganku..
Maaf atas semua kesalahanku,
kekhilafanku.. Maaf atas semua keangkuhan masa mudaku..
Ucap doa setiap sujudku tidak akan
kuakhiri sebelum kusebut namamu, bersama dengan nama ibu. Terima kasih, ayah..