Tidak dipungkiri.. dalam hidup, semua makhluk membutuhkan cinta. Cinta dari Allah. Cinta dari orang tua, keluarga, saudara, sahabat dan sesama makhluk. Tetapi, tidaklah seimbang jika kita hanya mengharapkan cinta dari orang lain sedangkan kita sendiri tidak menebar cinta pada sesama. Karena pada hakikatnya cinta adalah memberi yang terbaik dari kita untuk mereka. Entah untuk mereka yang mencintai kita atau untuk mereka yang pernah menyakiti. Memberi cinta tanpa pilih. Cukup berpegang teguh pada ayat Allah dalam Q.S Ar-Rahman ayat 60 yang berbunyi “Tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.”
Memberi cinta
dengan ikhlas untuk mereka yang pernah menyakiti memang cukup sulit dilakukan
jika kita belum sepenuhnya ikhlas memaafkan. Maka sebelum itu, maafkanlah
mereka. Bukan semata demi mereka, tapi juga demi ketenangan dan kenyamanan
hatimu. Percayalah, ada hal indah yang bisa kita rasakan jika kita mampu
mencintai mereka yang pernah menyakiti J
Berbicara mengenai
menyakiti. Terkadang kita terlalu egois dalam memandang luka hati. Kita memandang,
seolah kitalah yang paling tersakiti dan orang lain yang terlalu kejam untuk
menyakiti. Padahal? Memang tidak ada yang tahu isi hati seseorang. Namun bisa
jadi, kita sakit hati bukan semata karena sikap orang lain, melainkan kita yang
terlalu memanjakan hati. Memanjakan dengan harapan-harapan semu yang disematkan
pada diri orang lain. Bisa jadi, orang lain melakukan itu demi kebaikan kita
sendiri. Atau bisa jadi, Allah tengah mengajarkan arti kekuatan kepada kita
melalui orang lain. Ya, memang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan, hidup tak
habisnya melulu soal itu.
Dan pada akhirnya, kita akan disadarkan oleh
kemungkinan-kemungkinan hidup. Teruntuk kalian yang membuatku tersadar,
terimakasih telah berkenan memberi luka yang penuh dengan hikmah. Terimakasih telah
mengajarkan aku banyak hal mengenai kehidupan. Terimakasih, karena kalian aku
mulai bisa mengerti kekuatan dari berkasih sayang pada sesama. Tidak ada yang
lebih indah dari itu. Terimakasih. Cara kalian memang lain, tapi itulah cara
terbaik. Karena terkadang, seseorang harus ditonjok dulu agar mereka bisa
sadar. Terimakasih, ya? Sangatlah tidak pantas dan tidak tahu terimakasih jika
aku membenci cara kalian dalam memberiku pelajaran. Aku tidak benci kalian,
teman. Rasa benci hanya akan merugikan diri sendiri. Aku memaafkan kalian
semua. Berkenankah kalian memaafkan segala khilaf dan salahku pada kalian? Aku
sayang kalian semua. J
***Ditulis
dengan penuh kesadaran oleh Windi Mulyani di Kebumen 28 Juni 2016/23 Ramadhan
1437 AH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar