Kamis, 16 Juni 2016

Review Novel "Love Sparks In Korea"

Assalamualaikum.. Izinkan saya sedikit mereview isi novel “Love Sparks In Korea” karya Asma Nadia dan bercerita bagaimana saya bisa memiliki novel sehebat ini.
Oke, awal cerita.. saya mendapatkan novel ini sebenarnya sudah cukup lama, tanggal 29 Desember 2015. Waktu itu, saya dan kakak saya menghadiri acara Kebumen Expo. Alhamdulillah, kakak saya selalu berbaik hati. Saya dibelikan novel itu yang bagi saya harganya tidaklah murah, bisa untuk beli bakso sekitar 7-8 mangkuk! Wkwkwk
Dengan waktu pembelian yang sudah cukup lama, entah kenapa, saya baru sempat membaca dan menuntaskan novel ini, atau lebih tepatnya baru disempatkan. Maklum, sok sibuk. Tapi, tak apa kan? Yang terpenting, novel itu saat ini sudah tuntas ku baca dan Insha Allah banyak nilai-nilai penting yang dapat saya pelajari. Alhamdulillah. Semoga bisa diaplikasikan di kehidupan nyata.
Novel ini menceritakan tentang sosok seorang wanita sederhana, terlihat lemah dalam fisik namun sejatinya, ia kuat dalam urusan hati dan iman keislamannya. Rania Timur Samudra. Dibalut dengan sikap ramah, respect, penuh keoptimisan, sabar, dan benar-benar pejuang masa depan dunia dan akhirat. Ibnu battutah. Salah satu sosok yang sering didengungkan oleh ayah tercintanya sebelum ia tidur yang mengakar kuat dalam hati dan fikiran. Sosok yang menjadi inspirasi bagi Rania untuk terus melangkahkan kaki lebih jauh dan terlebih jauh lagi. Hingga pada suatu titik, jiwa Ibnu Battutah perlahan merasuk dalam jiwa Rania.
Hebat! Rania memang tidak memilik gelar sarjana, tapi ia memiliki banyak kesempatan untuk merasakan hal-hal yang begitu tak terbayangkan. Bahkan oleh Rania sendiri. Rania yang di masa kecilnya hidup miskin dan sakit-sakitan, ternya pada usia dewasanya, ia mampu menginjakan kaki di beberapa negara dan puluhan kota-kota luar biasa di dunia, hal yang tidak bisa dirasakan oleh banyak orang.
Dalam perjalanannya, ia bertekad kuat untuk mendedikasikan semuanya untuk cita-cita dan keluarganya. Tekad yang kuat. Hingga pada akhirnya, hadir sesosok lelaki bernama Hyun Gwon. Lelaki asal korea yang berpenampilan cukup urakan namun berhati menenangkan. Penampilan memang tidak selalu bisa dijadikan sebagai barometer kepribadian.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar