Jumat, 30 Januari 2015

Belajar Dari Angsa

Kita telah mengetahui bahwa ada sejenis angsa yang mampu terbang ribuan kilometer melintasi samudra luas ketika mereka harus bermigrasi ke belahan bumi yang lain akibat pergantian musim. Bagaimana hal itu dapat mereka lakukan? Padahal, bila seekor angsa mencobanya sendiri ia tidak mampu melakukannya? Ia akan kelelahan dan terjatuh di tengah laut.
"Pelajaran dari Angsa" disampaikan pertama kali oleh Angeles Arrien pada The 1991 Organizational Network berdasarkan hasil penelitian Milton Olson, dengan menghadirkan fakta-fakta berikut :
  • Fakta 1 : Ketika semua angsa mengepakkan sayap-sayap mereka, akan terjadi daya dorong ke atas (uplift) oleh udara. Dengan terbang membentuk formasi "V", Kawanan angsa itu dapat memperbesar jelajah terbang mereka hingga tinggi 71% lebih jauh dibandingkan apabila seekor angsa terbang sendiri.
  • Fakta 2 : Bila seekor angsa keluar dari formasi, ia akan merasakan ada gesekan udara (drag) yang besar, yang membuat terbangnya terasa berat sehingga ia enggan terbang menyendiri. Ia akan segera kembali ke formasinya, untuk mengambil keuntungan dari daya angkat udara yang dihasilkan oleh kawan-kawan di depannya.
  • Fakta 3 : Jika angsa yang paling depan lelah, ia akan berputar ke belakang dan masuk ke dalam untuk mengambil keuntungan yang dihasilkan oleh kawan kawan di depannya.
  • Fakta 4 : Angsa-angsa itu terbang dalam formasi bersuara nyaring (menerompet) untuk memacu kawan di depannya agar tetap menjaga kecepatan mereka.
  • Fakta 5 : Jika seekor angsa menderita sakit, entah terluka atau tertembak jatuh, dua ekor angsa akan keluar dari formasi dan mengikuti untuk menolong dan melindunginya. Mereka akan tinggal bersama si korban hingga ia mati atau dapat terbang lagi. Lalu, mereka akan bergabung dengan formasi kawanan lain atau mengejar kelompoknya.
Setiap fakta diatas secara mengherankan menunjuk pada setiap unsur utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia agar dapat terbang jauh melintasi pencapaian yang mampu dibayangkan dapat dijangkau oleh perjuangan tunggal. Inilah contoh fenomena luar biasa yang dipertontonkan alam sebagai fenomena biasa. Sebuah bukti bahwa hasil luar biasa dapat diraih dengan cara biasa, cara yang disediakan alam sehari-hari,secara alamiah.
Kita memang bukan angsa sehingga oleh Sang Pencipta secara otomatis disediakan naluri kerja sama, tetapi dibekali hak istimewa berupa akal untuk mempelajarinya dan budi untuk menetapkan pilihan terhadap pengetahuan dari hasil pembelajaran itu.


1 komentar: